HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DAN PERAN TENAGA KESEHATAN TERHADAP PENGGUNAAAN ALAT KONTRASEPSI INTRAUTERINE DEVICE (IUD)DI PUSKESMAS SENDANA KOTA PALOPO
DOI:
https://doi.org/10.54184/f496fh79Keywords:
Dukungan Suami, IUD, Peran Tenaga KesehatanAbstract
Penggunaan alat kontrasepsi Intrauterine Device (IUD) masih rendah di wilayah kerja Puskesmas Sendana Kota Palopo meskipun program keluarga berencana telah berjalan. Rendahnya pemanfaatan IUD diduga dipengaruhi oleh dukungan suami dan peran tenaga kesehatan dalam memberikan informasi dan pelayanan kontrasepsi. Tujuan:Untuk mengetahui hubungan dukungan suami dan peran tenaga kesehatan terhadap penggunaan alat kontrasepsi IUD di wilayah kerja Puskesmas Sendana Kota Palopo. Desain: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh akseptor KB di wilayah kerja Puskesma Sendana Kota Palopo dengan jumlah sampel 52 responden menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square.Hasil:Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara dukungan suami dengan penggunaan alat kontrasepsi IUD dengan nilai p-value = 0,378 (p>0,05). Selain itu, tidak terdapat hubungan antara peran tenaga kesehatan dengan penggunaan alat kontrasepsi IUD dengan nilai p-value = 0,263 (p>0,05). Rendahnya penggunaan IUD juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti cerita negatif dari lingkungan, rasa malu untuk memeriksakan diri, serta ketakutan terhadap prosedur pemasangan. Kesimpulan: Dukungan suami dan peran tenaga kesehatan tidak berhubungan secara signifikan dengan penggunaan alat kontrasepsi IUD di wilayah kerja Puskesmas Sendana Kota Palopo.Saran:Tenaga kesehatan diharapkan dapat meningkatkan kualitas edukasi dan konseling yang berkesinambungan dengan pendekatan sosial budaya guna meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap kontrasepsi IUD.